Skip to content

Kenapa Kucing Suka Memijat Manusia? Ini 10 Alasan Utamanya

kenapa kucing suka memijat

Sepulang kerja, setelah seharian menguras energi mengurus tim di kantor, sofa ruang tamu biasanya menjadi persinggahan pertama. Baru saja merebahkan punggung, tiba-tiba si anabul melompat. Tepat di atas perut, ia memposisikan diri lalu mulai menekan-nekan dengan ritme perlahan.

Tingkah ini jelas menggemaskan meski terkadang ujung kuku tajamnya sukses menembus kain kemeja dan menusuk kulit.

Bagi kamu yang sering menghadapi rutinitas penyambutan ini, wajar bila sesekali bertanya kenapa kucing suka memijat perut atau bahkan menempel di kaki majikannya. Perilaku ini bukan kebetulan semata. Ada insting bawaan serta pesan spesifik dari dunia mereka.

Kenapa kucing suka memijat manusia?

  • Insting Bawaan: Terbawa dari masa bayi saat mereka harus merangsang aliran susu induknya.
  • Tanda Kepercayaan: Kucing hanya melakukan gerakan ini kepada sosok yang membuat mereka merasa aman.
  • Klaim Wilayah: Telapak kaki kucing memiliki kelenjar aroma. Pijatan adalah cara mereka menandai tubuh kamu sebagai properti mereka.
  • Persiapan Istirahat: Naluri alami untuk merapikan atau melembutkan permukaan sebelum tidur.
perilaku kneading pada kucing

Apa itu Perilaku Kneading pada Kucing?

Secara teknis, perilaku kneading merujuk pada gerakan menekan-nekan telapak kaki depan secara bergantian pada permukaan yang empuk. Sasarannya bisa berupa selimut, bantal, maupun tubuh manusia.

Gerakannya sangat khas, persis seperti seseorang yang sedang meremas atau menguleni adonan roti. Berkat kemiripan ini, fenomena tersebut lebih populer dengan sebutan memijat di Indonesia atau making biscuits dalam bahasa Inggris.

Saat anabul sedang asyik memijat, ada beberapa karakteristik yang mudah diamati:

  • Gerakan kaki: Kucing mendorong kedua kaki depannya maju-mundur mengikuti ritme tertentu.
  • Cakar: Beberapa kucing sesekali mengeluarkan sedikit cakarnya saat menekan, lalu menyembunyikannya kembali ketika menarik kaki.
  • Suara mendengkur: Aktivitas ini hampir selalu disertai suara purring yang cukup keras.
  • Ekspresi wajah: Mata biasanya tampak sayu atau setengah tertutup, menandakan mereka sedang merasa sangat rileks dan nyaman.

Tingkah laku ini bukan sekadar refleks otot biasa. Dari sisi psikologis, kneading merupakan salah satu tanda bahwa kondisi emosional kucing sedang sangat baik. Mereka merasa aman, nyaman, dan menaruh kepercayaan penuh terhadap lingkungan maupun orang yang berada di sekitarnya.

Alasan Kenapa Kucing Suka Memijat Manusia

Perilaku kneading atau “memijat” bukanlah kebiasaan yang muncul tanpa alasan. Di balik gerakan sederhana tersebut, terdapat kombinasi naluri bawaan, cara berkomunikasi, hingga mekanisme untuk menjaga kondisi emosional. 

Menariknya, satu ekor kucing bisa memiliki lebih dari satu alasan saat melakukan kneading kepada pemiliknya.

Berikut beberapa penyebab yang paling umum.

1. Naluri Alami Sejak Bayi

Kebiasaan memijat sebenarnya sudah dimulai sejak hari-hari pertama kehidupan anak kucing. Saat menyusu, mereka secara refleks menekan-nekan perut induknya menggunakan kedua kaki depan. Gerakan ini membantu merangsang keluarnya air susu sehingga proses menyusu menjadi lebih lancar.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu memori paling nyaman yang dimiliki seekor kucing. Karena terbentuk sejak usia sangat dini, perilaku ini sering kali terbawa hingga dewasa. Itulah sebabnya, ketika kucing memijat tubuh, selimut, atau pangkuanmu, mereka sedang mengulang sensasi aman dan hangat yang dulu dirasakan bersama induknya. Bagi mereka, kamu telah menjadi sosok yang memberikan rasa aman layaknya keluarga.

2. Menunjukkan Rasa Nyaman dan Cinta

Salah satu alasan paling umum kucing memijat manusia adalah karena mereka merasa benar-benar nyaman.

Biasanya perilaku ini muncul ketika mereka sedang dipangku, dielus, atau berbaring di dekat orang yang mereka percaya. Tidak jarang aktivitas tersebut disertai suara purring, mata yang setengah terpejam, serta posisi tubuh yang sangat rileks.

Kombinasi tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa kucing sedang berada dalam kondisi emosional yang positif. Mereka merasa aman, tenang, dan menikmati kehadiranmu. Dengan kata lain, kneading bisa dianggap sebagai salah satu bentuk ekspresi kasih sayang yang paling tulus dari seekor kucing.

3. Menandai Wilayah (Claiming Territory)

Selain sebagai bentuk kasih sayang, memijat juga merupakan cara kucing menandai wilayahnya.

Di telapak kaki mereka terdapat kelenjar aroma (scent glands) yang menghasilkan feromon. Saat kaki menekan permukaan secara berulang, aroma tersebut ikut tertinggal meskipun hampir tidak dapat dideteksi oleh penciuman manusia.

Melalui aroma inilah kucing mengirimkan pesan kepada kucing lain bahwa objek tersebut sudah menjadi bagian dari teritorinya. Jadi ketika anabul memijat tubuhmu, secara naluriah mereka juga sedang “mengklaim” kamu sebagai bagian dari kelompok sosialnya.

4. Mempersiapkan Tempat Tidur

Perilaku ini juga merupakan warisan dari nenek moyang kucing liar.

Sebelum beristirahat, kucing liar biasanya menginjak-injak rumput, dedaunan, atau semak untuk menciptakan tempat tidur yang lebih rata, empuk, sekaligus aman dari benda tajam maupun serangga.

Walaupun kini hidup nyaman di dalam rumah, naluri tersebut tidak hilang begitu saja. Karena itulah banyak kucing masih melakukan kneading pada selimut, sofa, atau pangkuan pemilik sebelum akhirnya meringkuk dan tertidur.

5. Mengatasi Stres (Self-Soothing)

Kneading juga berfungsi sebagai mekanisme alami untuk mengurangi stres. Gerakan yang dilakukan secara ritmis dapat membantu kucing merasa lebih tenang ketika menghadapi perubahan lingkungan, suara bising, atau situasi yang membuat mereka sedikit cemas.

Pada banyak kucing, perilaku ini menjadi semacam terapi mandiri. Saat memijat sambil mendengkur, tubuh mereka memasuki kondisi yang lebih rileks sehingga tingkat stres dapat berkurang. 

Karena itu, aktivitas ini sering terlihat setelah mereka mengalami pengalaman yang melelahkan atau ketika sedang mencari rasa aman.

6. Peregangan Otot (Stretching)

Kucing menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Setelah tidur selama berjam-jam, otot-otot kaki, bahu, dan punggung perlu kembali diregangkan.

Gerakan memijat membantu mengaktifkan kembali otot-otot tersebut sekaligus meningkatkan kelenturan sebelum mereka mulai bergerak atau bermain. Mirip seperti manusia yang melakukan peregangan setelah bangun tidur, hanya saja versi kucing terlihat jauh lebih menggemaskan.

7. Membantu Siklus Kawin (Bagi Kucing Betina)

Pada kucing betina yang belum disteril, kneading terkadang muncul lebih sering saat memasuki masa birahi (estrus).

Pada fase ini mereka mengalami perubahan hormon yang mempengaruhi berbagai perilaku, termasuk menjadi lebih manja, lebih vokal, dan lebih sering melakukan gerakan memijat. Perilaku tersebut merupakan bagian dari respons alami tubuh terhadap siklus reproduksi.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua kucing betina yang sedang berahi pasti melakukan kneading, sehingga tanda ini sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya indikator.

8. Bentuk Komunikasi Balasan

Kucing memiliki banyak cara untuk menyampaikan perasaannya tanpa kata-kata. Selain mengeong, menggesekkan kepala, atau mengibaskan ekor, memijat juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal. 

Saat kamu mengelus mereka dengan lembut, memberikan perhatian, atau memangku mereka, gerakan memijat sering menjadi respons balik yang menunjukkan bahwa mereka menikmati interaksi tersebut.

Dengan kata lain, ini adalah cara kucing mengatakan, “Aku nyaman berada di dekatmu.”

9. Ikatan Emosional yang Kuat (Bonding)

Kontak fisik yang terjadi selama kneading membantu mempererat hubungan antara kucing dan pemiliknya.

Interaksi positif yang dilakukan secara berulang akan membangun rasa saling percaya. Seiring waktu, kucing akan semakin nyaman berada di dekatmu, lebih mudah mencari perhatian, dan lebih sering menunjukkan perilaku penuh kasih seperti mendengkur, tidur di pangkuan, hingga memijat tubuhmu.

Semakin kuat ikatan emosional yang terbangun, semakin besar kemungkinan perilaku ini akan terus dilakukan.

10. Mencari Perhatian

Terkadang alasan di balik kneading sangat sederhana: mereka ingin diperhatikan.

Kucing yang merasa lapar, ingin bermain, atau sekadar menginginkan usapan lembut dapat memulai aktivitas memijat sambil menatap pemiliknya. Perilaku ini menjadi cara yang halus namun efektif untuk menarik perhatian tanpa harus terus-menerus mengeong.

Jika gerakan memijat diikuti dengan tatapan intens, ekor yang tegak, atau suara meow pelan, kemungkinan besar anabul sedang mencoba menyampaikan bahwa ada sesuatu yang ia inginkan.

Apakah Semua Kucing Suka Memijat?

Jawabannya adalah tidak. Meskipun kneading identik dengan perilaku kucing, tidak semua anabul melakukannya. Setiap kucing memiliki kepribadian dan pengalaman hidup yang berbeda, sehingga cara mereka mengekspresikan rasa nyaman maupun kasih sayang pun tidak selalu sama.

Kebiasaan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti proses penyapihan saat masih kecil, karakter bawaan, hingga usia. Ada kucing yang rutin memijat selimut atau pangkuan pemiliknya, tetapi ada juga yang tidak pernah melakukannya. 

Sebagai gantinya, mereka mungkin menunjukkan kasih sayang dengan mendengkur (purring), menggesekkan kepala (bunting), mengikuti pemilik, atau memberikan slow blink.

Jadi, jika kucingmu tidak pernah memijat, kamu tidak perlu khawatir. Hal tersebut bukan berarti ia tidak bahagia atau tidak menyayangimu. Selama anabul tetap sehat, aktif, dan nyaman berada di dekatmu, itu sudah menjadi tanda bahwa ia mempercayai dan menyayangimu dengan caranya sendiri.

Jika kuku tajam anabul mulai terasa sakit saat memijat, jangan langsung mengusirnya. Cukup potong kukunya secara rutin atau gunakan selimut sebagai alas di pangkuan agar tetap nyaman.

Namun, merawat hewan peliharaan bukan hanya soal kuku yang tajam. Biaya berobat ke dokter hewan, kecelakaan, hingga insiden yang melibatkan pihak ketiga bisa datang tanpa diduga dan mengganggu kondisi finansial.

Karena itu, Asuransi Hewan Peliharaan Igloo hadir untuk memberikan perlindungan menyeluruh. Mulai dari biaya rawat jalan dan rawat inap, santunan kematian akibat kecelakaan, biaya kremasi, hingga perlindungan tanggung jawab hukum jika anabul tidak sengaja melukai orang atau hewan lain.

Dengan proses klaim yang praktis dan fitur pencarian klinik hewan rekanan, kamu bisa merawat anabul dengan lebih tenang. Daftarkan sekarang dan nikmati diskon 10% untuk premi asuransi anjing maupun asuransi kucing, agar si kesayangan selalu terlindungi dari risiko tak terduga.