Skip to content

Mata Kucing Berselaput Putih atau Merah? Ini Penyebab & Cara Mengobatinya

mata kucing berselaput

Pernahkah kamu memperhatikan ada lapisan tipis yang tampak menutupi sebagian bola mata anabul kesayangan? Kondisi mata kucing berselaput ini memang sering menjadi mimpi buruk bagi pemilik kucing. 

Rasanya pasti campur aduk cemas, bingung, dan takut kalau si Meng mengalami gangguan penglihatan permanen atau penyakit serius.

Kepanikan biasanya makin menjadi ketika kamu melihat variasi gejalanya. Mungkin kamu mendapati mata kucing berselaput putih sebelah yang terlihat keruh, atau justru mata kucing berselaput merah yang tampak meradang dan menyakitkan. 

Pertanyaan-pertanyaan menakutkan pun mulai muncul di kepala apakah ini tanda mata kucing berselaput karena cacingan? Apakah ini menular? Atau ada infeksi virus berbahaya yang sedang menyerang tubuh mungilnya?

Tarik napas dalam-dalam dan jangan gegabah. Banyak pemilik yang salah langkah dengan langsung memberikan obat tetes manusia, padahal itu bisa memperparah keadaan. Di artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa saja penyebab sebenarnya, langkah pertolongan pertama yang aman, hingga tanda bahaya kapan kamu harus segera membawanya ke dokter hewan. 

Yuk, simak panduan lengkapnya agar matanya kembali jernih dan sehat.

Penyebab Mata Kucing Berselaput

penyebab mata kucing berselaput
Sumber Foto: Shaiith via Envato

Sebelum panik, pahamilah bahwa selaput yang kamu lihat itu adalah “kelopak mata ketiga” atau membran niktitans. Munculnya selaput ini adalah sinyal SOS atau mekanisme perlindungan alami saat tubuh kucing merasa ada yang tidak beres.

Berikut adalah beberapa pemicu utamanya, mulai dari masalah ringan hingga gangguan kesehatan serius:

  • Peradangan (Konjungtivitis): Jika kamu melihat mata kucing berselaput merah dan bengkak, ini biasanya tanda infeksi bakteri atau virus pada jaringan mata.
  • Luka atau Cedera Fisik: Goresan akibat berkelahi atau masuknya benda asing (debu/pasir) sangat menyakitkan. Seringkali ini membuat mata kucing berselaput putih sebelah, karena kucing menutup mata yang sakit dengan selaput tersebut untuk melindunginya.
  • Gangguan Pencernaan & Cacingan: Banyak pemilik bertanya, apakah mata kucing berselaput karena cacingan? Jawabannya bisa ya. Cacingan parah atau diare menyebabkan kucing lemas dan dehidrasi, yang membuat bola mata “tenggelam” dan selaputnya naik secara otomatis.
  • Dehidrasi Berat: Saat kucing kekurangan cairan, jaringan di belakang mata menyusut. Ini adalah penyebab umum yang sering terlewatkan oleh pemilik.
  • Flu Kucing (ISPA): Penyakit saluran pernapasan sering kali ditandai dengan mata yang berair, belekan, dan selaput yang muncul di kedua sisi mata secara bersamaan.
  • Penyakit Dalam atau Saraf: Pada kasus yang lebih jarang, penyakit organ dalam atau gangguan saraf (seperti Sindrom Horner) bisa memicu kondisi ini. Terkadang, pigmen alami selaput juga bisa terlihat seolah mata kucing berselaput hitam, yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter.

Langkah Awal Penangan Mata Kucing yang Berselaput

Saat melihat kondisi ini, naluri pertama kita mungkin ingin langsung meneteskan obat mata apa saja yang ada di kotak P3K. Tahan keinginan tersebut. Cara mengobati mata kucing berselaput yang paling aman untuk dilakukan di rumah sebenarnya hanyalah sebatas membersihkan area mata, bukan mengobati penyakit intinya.

Berikut adalah protokol pertolongan pertama yang harus kamu lakukan sembari bersiap ke dokter hewan:

  • Tetap Tenang dan Observasi: Cek kondisi fisiknya secara menyeluruh. Apakah kucing terlihat lesu? Apakah matanya bengkak parah atau berdarah? Catat semua gejala ini untuk dilaporkan ke dokter nanti.
  • Bersihkan Kotoran Mata (Belekan): Jika ada kotoran yang menumpuk, bersihkan dengan sangat lembut. Gunakan kapas bersih atau kain kasa yang dibasahi dengan air hangat matang atau larutan saline steril (NaCl 0.9%). Usap perlahan dari sudut dalam mata ke arah luar. Ingat, jangan menekan bola matanya.
  • Jangan Beri Obat Manusia: Ini adalah kesalahan paling fatal. Jangan pernah meneteskan obat mata manusia atau sisa obat hewan lama tanpa instruksi baru. Kandungan tertentu pada obat manusia bisa beracun dan memperparah kerusakan kornea kucing dalam hitungan jam.
  • Segera Hubungi Dokter Hewan: Langkah-langkah di atas hanya untuk kenyamanan sementara. Penanganan medis profesional adalah satu-satunya jalan untuk mencegah kerusakan permanen pada penglihatan anabul kesayanganmu.

Kapan Harus Segera ke Dokter Hewan?

Jangan pernah menunda. Dalam dunia medis hewan, ada istilah “Red Flag” atau tanda bahaya di mana penundaan 1-2 jam saja bisa berakibat fatal, mulai dari kebutaan permanen hingga kematian.

Segera bawa kucingmu ke UGD atau dokter hewan saat itu juga jika kamu menemukan salah satu kondisi darurat berikut:

  • Perubahan Mata Drastis & Kekeruhan Mendadak: Waspadalah jika kornea (bagian bening mata) tiba-tiba berubah warna menjadi putih susu atau biru keruh. Begitu juga jika salah satu bola mata membesar secara signifikan atau terlihat menonjol keluar, ini bisa jadi tanda Glaukoma akut atau trauma parah.
  • Nyeri Hebat & Mata Berair: Perhatikan jika kucing terus menyipitkan mata, menggosoknya secara obsesif, atau merintih. Biasanya kondisi ini disertai dengan mata kucing berselaput dan berair secara berlebihan, yang menandakan rasa sakit yang intens dan tidak tertahankan.
  • Trauma Fisik & Pendarahan: Adanya darah di dalam atau sekitar mata, luka robek, atau benda asing yang menancap adalah sinyal mutlak untuk tindakan medis segera.
  • Gejala Tubuh yang Parah: Jika kucing terlihat sangat lesu, sulit bernapas, atau menolak makan, ini adalah tanda bahaya sistemik.

Selain penanganan darurat, pemeriksaan dokter juga penting untuk kepastian keamanan kucing lain di rumah. Banyak pemilik bertanya, mata kucing berselaput apakah menular? Jawabannya sangat tergantung penyebabnya. 

Jika dokter mendiagnosis ini sebagai gejala infeksi virus (seperti Flu Kucing), penyakit ini sangat menular, dan kucingmu akan butuh isolasi serta penanganan medis secepatnya.

Tips Pencegahan Agar Mata Kucing Tidak Berselaput

Mencegah selalu lebih baik (dan lebih hemat) daripada mengobati. Karena kondisi mata berselaput sering kali hanyalah gejala dari penyakit lain, fokus pencegahannya adalah menjaga kesehatan tubuh kucing secara menyeluruh.

Berikut adalah langkah-langkah teknis yang bisa kamu terapkan sehari-hari:

  • Vaksinasi Teratur (Wajib): Jangan sepelekan jadwal vaksin tahunan. Pastikan kucingmu mendapatkan vaksin inti lengkap, terutama untuk menangkal Feline Herpesvirus (FHV-1) dan Feline Calicivirus (FCV). Kedua virus ini adalah biang kerok utama penyebab infeksi saluran pernapasan dan mata.
  • Jaga Sanitasi & Lingkungan: Bersihkan litter box setiap hari, karena uap amonia dari urin yang menumpuk bisa mengiritasi mata. Selain itu, batasi akses kucing keluar rumah untuk mengurangi risiko perkelahian (sumber trauma mata) atau tertular penyakit dari kucing liar.
  • Nutrisi & Hidrasi: Pastikan si Meng minum cukup air agar tidak dehidrasi penyebab umum mata cekung dan berselaput. Berikan makanan berkualitas untuk menjaga daya tahan tubuhnya tetap prima.
  • Rutin Obat Cacing & Kutu: Ingat, cacingan bisa membuat kucing lemas dan dehidrasi parah yang memicu selaput mata naik. Berikan obat cacing secara berkala sesuai anjuran dokter.

Meskipun kita sudah melakukan pencegahan terbaik, sakit kadang datang tanpa diundang. Biaya pengobatan mata atau rawat inap akibat virus bisa sangat menguras kantong. Di sinilah pentingnya memiliki perlindungan finansial.

Oleh karena itu lengkapi perawatan anabul dengan asuransi hewan peliharaan dari Igloo. Berikut perlindungan penting yang akan kamu dapatkan:

  • Biaya Medis Terjamin: Bebas cemas soal biaya rawat jalan dan rawat inap di klinik saat anabul sakit.
  • Tanggung Jawab Pihak Ketiga: Perlindungan ganti rugi jika anabul tak sengaja melukai orang atau hewan lain.
  • Santunan Kecelakaan: Kompensasi kematian dan biaya kremasi jika terjadi kecelakaan tak terduga.

Berikan perlindungan terbaik mulai hari ini dengan asuransi hewan peliharaan, agar kamu bisa fokus menyayangi mereka tanpa rasa khawatir akan biaya tak terduga.