cara menghitung denda pajak motor

Cara Menghitung Denda Pajak Motor, Beserta Contohnya

Table of Contents

Bagi pemilik kendaraan, kamu memiliki kewajiban untuk membayar pajak kendaraan bermotor. 

Jika terlambat membayar, kamu akan dikenai denda. Untuk mengetahui besaran denda yang harus dibayar, penting untuk memahami cara menghitung denda pajak motor.

Besarnya denda keterlambatan pembayaran pajak motor bisa cukup tinggi, bahkan jika telat bayar hanya selama satu hari saja. Jumlah denda juga akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu keterlambatan. Oleh karena itu, penting untuk membayar pajak tepat waktu agar terhindar dari biaya tambahan yang tidak perlu.

Nah, jika kamu telat bayar pajak, berikut ini Igloo akan memberikan cara menghitung denda pajak motor yang bisa kamu jadikan acuan.

Risiko Terkena Denda Pajak Motor

Seringkali, orang-orang melupakan kewajiban membayar pajak motor karena pembayarannya hanya terjadi setahun sekali. Hal ini mengakibatkan biaya denda ekstra sebagai konsekuensinya.

Jumlah denda akan bervariasi tergantung pada kategori dan kapasitas mesin dari setiap motor. Informasi rinci mengenai besaran denda dapat dilihat melalui perhitungan berdasarkan data yang tercantum pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sebagai informasi tambahan, berikut adalah beberapa konsekuensi yang mungkin terjadi jika terlambat membayar pajak motor, selain risiko tilang:

  • Besaran denda yang dikenakan akan semakin besar
  • STNK dapat diblokir dan dianggap tidak sah
  • Risiko untuk ditilang oleh pihak berwenang akan meningkat

Cara Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor

Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 36/2008, Penyelenggaraan Kendaraan Bermotor (PKB) yang dibayarkan setelah lewat tenggat waktu lebih dari 2 hari tetapi kurang dari 1 bulan akan dikenakan denda sebesar 25% dari total nilai pajaknya. 

Apabila keterlambatan melebihi waktu tersebut, akan ada biaya tambahan berupa Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). 

Berikut adalah rincian untuk menghitung denda ketika terjadi keterlambatan pembayaran pajak motor berdasarkan durasinya:

  • Keterlambatan 2 hari – 1 bulan: Denda = PKB x 25% x 1/12
  • Keterlambatan 2 bulan: Denda = PKB x 25% x 2/12 + SWDKLLJ
  • Keterlambatan 3 bulan: Denda = PKB  x 25% x 3/12 + SWDKLLJ
  • Keterlambatan 6 bulan: Denda = PKB  x 25% x 6/12 + SWDKLLJ
  • Keterlambatan 1 tahun: Denda = PKB  x 25% x 12/12 + SWDKLLJ
  • Keterlambatan 2 tahun: Denda = 2 x PKB  x 25% x 12/12 + SWDKLLJ
  • Keterlambatan 3 tahun: Denda = 3 x PKB  x 25% x 12/12 + SWDKLLJ

Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kecelakaan Motor Kredit Ditolak

Contoh Cara Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor

Berikut adalah contoh cara menghitung denda telat bayar pajak motor yang bisa kamu jadikan panduan.

Motor kamu memiliki PKB Rp250.000 dengan SWDKLLJ Rp35.000 berikut adalah simulasi menghitungnya:

Denda Tiga Bulan

Rp250.000 x 25% x 3/12 + Rp35.000 = Rp50.625

Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda:

Rp250.000 + Rp35.000 + Rp50.625 = Rp335.625

Denda Enam Bulan

Rp250.000 x 25% x 6/12 + Rp35.000 = Rp66.250

Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda:

Rp250.000 + Rp35.000 + Rp66.250 = Rp351.250

Denda Satu Tahun

Rp250.000 x 25% x 12/12 + Rp35.000 = Rp97.500

Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda:

Rp250.000 + Rp35.000 + Rp97.500 = Rp382.500

Denda Dua Tahun

2 x Rp250.000 x 25% x 12/12 + Rp35.000 = Rp160.000

Total Pembayaran PKB, SWDKLLJ, plus Denda:

Rp250.000 + Rp35.000 + Rp160.000 = Rp445.000

Bagaimana Cara Mengecek Denda Telat Bayar Pajak Motor?

Nah, jika kamu mengalami kesulitan dalam menghitung denda menggunakan rumus di atas, kini kamu bisa mengeceknya langsung melalui situs web resmi Samsat, aplikasi e-Samsat, dan SMS. 

1. Website e-Samsat.id

Langkah pertama adalah mengakses langsung situs web e-Samsat melalui alamat URL https://e-samsat.id. Selanjutnya, kamu harus melengkapi formulir yang mencakup informasi seperti kode plat, nomor plat, nomor seri, 5 digit terakhir nomor rangka, dan provinsi tempat tinggal.

Setelah itu, tekan tombol “Cek Sekarang,” dan informasi terkait akan segera muncul. Informasi tersebut mencakup rincian kendaraan seperti merek, nomor mesin, serta jumlah pajak yang harus dibayarkan beserta denda yang mungkin dikenakan.

2. Aplikasi e-Samsat

Cara lainnya adalah dengan mengunduh dan menginstal aplikasi e-Samsat dari Play Store (untuk pengguna Android) atau App Store (untuk pengguna iOS) pada smartphone kamu. 

Setelah diinstal, pilih tempat wilayah kamu berada dan masukkan nomor plat kendaraan. Nantinya, informasi terkait biaya pajak dan tanggal jatuh tempo akan langsung ditampilkan dalam aplikasi.

3. Layanan SMS

Kamu juga dapat memeriksa denda pajak motor melalui layanan SMS. Penting untuk dicatat bahwa nomor telepon yang digunakan untuk layanan ini dapat bervariasi tergantung pada daerah atau wilayah tempat tinggal kamu,

Sesuai dengan perbedaan wilayah, setiap daerah memiliki nomor dan format SMS yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh:

  • DKI Jakarta: ketik Metro (spasi) [Nopol motor], kirim ke 1717
  • Jawa Barat: ketik poldajbr (spasi) [Nopol motor], kirim ke 3977
  • Jawa Timur: ketik JATIM (spasi) [Nopol motor], kirim ke 7070

Baca Juga: Asuransi Kecelakaan Motor Kredit: Syarat dan Cara Klaimnya

Pilihan Cara Bayar Denda Pajak Motor

Lantas, bagaimana cara bayar pajak denda motor? Kamu bisa membayarnya secara offline maupun secara online. Berikut adalah rinciannya:

1. Offline:

Untuk membayar denda pajak motor secara offline, terdapat tiga lokasi yang dapat kamu dikunjungi, yaitu:

  • Kantor Samsat Induk
  • Gerai Samsat
  • Samsat Keliling

Sebelum mengunjungi salah satu lokasi di atas, kamu harus mempersiapkan beberapa dokumen berikut:

  • STNK asli dan fotokopi
  • Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi
  • KTP pemilik kendaraan asli dan fotokopi

Kamu juga memiliki opsi untuk membayar denda pajak motor melalui layanan Samsat Drive Thru. Namun, perlu diingat bahwa jika kamu memilih opsi ini, kamu harus membawa kendaraan yang akan membayar pajaknya dan tidak dapat diwakilkan; pembayaran harus dilakukan oleh pemilik kendaraan secara langsung.

2. Online

Jika kamu malas mengantri, terdapat cara yang lebih praktis dan cepat, yaitu dengan membayar pajak motor secara online melalui Samsat Online Delivery (Si-Ondel). Namun, perlu diingat bahwa aplikasi ini hanya dapat dimanfaatkan oleh warga yang memiliki domisili di Jakarta.

Penting untuk dicatat bahwa cara pembayaran online hanya berlaku bagi pemilik kendaraan dengan tunggakan pajak kurang dari satu tahun. Jika masa tunggakan sudah melebihi 12 bulan, maka pemilik kendaraan diwajibkan untuk datang langsung ke Kantor Samsat Induk.

Itulah informasi terkait cara menghitung pajak motor yang dapat kamu ikuti dengan mudah. Sebagai warga Indonesia yang baik, kewajiban membayar pajak tepat waktu adalah suatu hal yang penting. 

Ketika terjadi keterlambatan dalam membayar pajak, kita akan dikenakan sejumlah denda. Semakin lama keterlambatan pembayaran, besaran denda yang harus dibayarkan juga akan semakin besar.

Selain membayar pajak dan biaya servis, penting untuk memiliki asuransi motor terbaik dari Igloo agar motor kamu terlindungi dari segala resiko yang tidak diinginkan di masa depan dan tentunya akan memberikan manfaat perlindungan yang optimal.

Need Help?

Ada pertanyaan lebih lanjut? Hubungi kami melalui tombol Contact Us ini.

Temukan

Anda!

Igloo adalah platform asuransi pertama yang berfokus pada keluarga dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan asuransi keluarga kamu